1. Pemeriksaan USG
Perkembangan Ultrasonografi (USG) sudah dimulai sejak kira-kira tahun 1960, dirintis oleh Profesor Ian Donald. Sejak itu, sejalan dengan kemajuan teknologi bidang komputer, maka perkembangan ultrasonografi juga maju dengan sangat pesat, sehingga saat ini sudah dihasilkan USG 3 Dimensi dan Live 3D (ada yang menyebut sebagai USG 4D).
a. Indikasi
1) Dalam bidang obstetri, indikasi yang dianut adalah melakukan pemeriksaan USG dilakukan begitu diketahui hamil, penapisan USG pada trimester pertama (kehamilan 10 – 14 minggu), penapisan USG pada kehamilan trimester kedua (18 – 20 minggu), dan pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk memantau tumbuh kembang janin.
2) Dalam bidang ginekologi onkologi pemeriksaannya diindikasikan bila ditemukan kelainan secara fisik atau dicurigai ada kelainan tetapi pada pemeriksaan fisik tidak jelas adanya kelainan tersebut.
3) Dalam bidang endokrinologi reproduksi pemeriksaan USG diperlukan untuk mencari kausa gangguan hormon, pemantauan folikel dan terapi infertilitas, dan pemeriksaan pada pasien dengan gangguan haid.
4) Sedangkan indikasi non obstetrik bila kelainan yang dicurigai berasal dari disiplin ilmu lain, misalnya dari bagian pediatri, rujukan pasien dengan kecurigaan metastasis dari organ ginekologi dll. b. Cara Pemeriksaan
Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1) Pervaginam
a) Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.
b) Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu.
c) Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing.
d) Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.
e) Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.
f) Tidak menyebabkan keguguran.
2) Perabdominan
a) Probe USG di atas perut.
b) Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.
c) Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru menembus rahim.
c. Jenis Pemeriksaan USG
1) USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.
2) USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar). 3) USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
4) USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi: Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit), Tonus (gerak janin), Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm), Doppler arteri umbilikalis, Reaktivitas denyut jantung janin.
2. Pemeriksaan Rontgen
Teknologi rontgen sudah digunakan lebih dari satu abad yang lalu. Tepatnya sejak 8 November 1890 ketika fisikawan terkemuka berkebangsaan Jerman, Conrad Roentgen, menemukan sinar yang tidak dikenalinya, yang kemudian diberi label sinar X. Sinar ini mampu menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret bagian-bagian dalam tubuh. Berkat jasanya bagi dunia kedokteran, banyak nyawa bisa diselamatkan, hingga ia mendapat penghargaan Nobel di tahun 1901.
Pada prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu dipindahkan ke format film agar bisa dilihat hasilnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini foto rontgen juga sudah bisa diproses secara digital tanpa film. Sementara hasilnya bisa disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke berbagai belahan dunia menggunakan teknologi e-mail. a. Persiapan pemeriksaan
1) Radiografi konvensional tanpa persiapan.
Maksudnya, saat anak datang bisa langsung difoto. Biasanya ini untuk pemeriksaan tulang atau toraks.
2) Radiografi konvensional dengan persiapan.
Pemeriksaan radiografi konvensional yang memerlukan persiapan di antaranya untuk foto rontgen perut. Sebelum pelaksanaan, anak diminta untuk puasa beberapa jam atau hanya makan bubur kecap. Dengan begitu ususnya bersih dan hasil fotonya pun dapat dengan jelas memperlihatkan kelainan yang dideritanya.
3) Pemeriksaan dengan kontras
Sebelum dirontgen, kontras dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara diminum, atau dimasukkan lewat anus, atau disuntikkan ke pembuluh vena.
b. Indikasi pemeriksaan
1) Sesak napas pada bayi.
Untuk memastikan ada tidaknya kelainan di toraksnya (rongga dada), dokter membutuhkan foto rontgen agar penanganannya tepat.
2) Bayi muntah hijau terus-menerus.
Bila dokter mencurigai muntahnya disebabkan sumbatan di saluran cerna, maka pengambilan foto rontgen pun akan dilakukan. Pertimbangan dokter untuk melakukan tindakan ini tidak semata-mata berdasarkan usia, melainkan lebih pada risk and benefit alias risiko dan manfaatnya.
3) Deteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya.
Bagi balita sampai kalangan dewasa, foto rontgen lazimnya dimanfaatkan untuk mendeteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya.
3. Kardiotokografi (CTG).
a. Pengertian
1) Secara khusus
CTG adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur DJJ pada saat kontraksi maupun tidak.
2) Secara umum
CTG merupakan suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim, dengan merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan gerakan janin atau kontraksi rahim.
Jadi bila doppler hanya menghasilkan DJJ maka pada CTG kontraksi ibu juga terekam dan kemudian dilihat perubahan DJJ pada saat kontraksi dan diluar kontraksi. Bila terdapat perlambatan maka itu menandakan adanya gawat janin akibat fungsi plasenta yang sudah tidak baik.
Cara pengukuran CTG hampir sama dengan doppler hanya pada CTG yang ditempelkan 2 alat yang satu untuk mendeteksi DJJ yang satu untuk mendeteksi kontraksi, alat ini ditempelkan selama kurang lebih 10-15 menitb. Indikasi Pemeriksaan CTG
1) Kehamilan dengan komplikasi (darah tinggi, kencing manis, tiroid, penyakit infeksi kronis, dll)
2) Kehamilan dengan berat badan janin rendah (Intra Uterine Growth Retriction)
3) Oligohidramnion (air ketuban sedikit sekali)
4) Polihidramnion (air ketuban berlebih)
c. Pemeriksaan CTG
1) Sebaiknya dilakukan 2 jam setelah makan.
2) Waktu pemeriksaan selama 20 menit,
3) Selama pemeriksaan posisi ibu berbaring nyaman dan tak menyakitkan ibu maupun bayi.
4) Bila ditemukan kelainan maka pemantauan dilanjutkan dan dapat segera diberikan pertolongan yang sesuai.
5) Konsultasi langsung dengan dokter kandungan
Referensi :
Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC
Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.
Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.
JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.
JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.
Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.
Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.
Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC
Senin, 28 Februari 2011
Jumat, 25 Februari 2011
info kesehatan dan kebidanan: PERMENKES NO 149/2010 (IZIN DAN PRAKTIK BIDAN TERB...
info kesehatan dan kebidanan: PERMENKES NO 149/2010 (IZIN DAN PRAKTIK BIDAN TERB...: "PERMENKES NO 149/2010 (IZIN DAN PRAKTIK BIDAN TERBARU) PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA..."
Selasa, 22 Februari 2011
Tipe data
Pengetahuan mengenai tipe2 data adalah penting di dalam statistika. Terdapat 4 tipe data, diurutkan mulai dari tingkatan terendah hingga tertinggi:……
- Nominal -> digunakan untuk mengklasifikasikan informasi/data. Contoh:Data jenis kelamin = Laki-laki dan Perempuan. Biasanya, saat analisis data, tipe data spt ini dilambangkan dg bilangan numerik (angka).Laki-laki dilambangkan dengan angka 1, sedangkan perempuan dilambangkan dengan angka 0. Tidak berarti angka 0 lebih rendah dari angka 1, ingat!! cuma melambangkan saja.
- Ordinal -> digunakan untuk mengklasifikasikan serta memiliki tingkatan. Tipe data ordinal lebih tinggi dari Nominal karena kemampuannya untuk membentuk tingkatan. Contoh:Jabatan di dalam perusahaan = karyawan, manager, direktur utama. Misal, karyawan dilambangkan dengan 1, manager dg 2, dan direktur utama dengan 3. Pada tipe data ini, angka 1 dianggap lebih rendah dari angka 2, dst. Bisa saja karyawan dilambangkan dengan angka 1, tetapi manager angka 3 dan direktur utama dengan angka 10. Tipe data ini tidak mensaratkan jarak yang sama antar angka yang digunakan sebagai lambang. Yang perlu diperhatikan hanyalah bahwa angka 3 lebih tinggi dari angka 1, angka 10 lebih tinggi dari angka 3.
- Interval -> Ciri khas dari tipe data ini, selain memiliki kemampuan mengklasifikasikan dan membentuk tingkatan, adalah tidak adanya nilai nol mutlak. Artinya, angka nol yg digunakan bukan berarti tidak ada. Contoh: Derajat suhu. Di dalam skala Celcius misalnya, Nol derajat Celcius bukan berarti tidak ada suhu. Nol derajat itu memiliki suhu, hanya saja dilambangkan dengan nol. Selain itu, jarak antar setiap angka yg digunakan adalah sama. Misal: di dalam kuesioner, ada tingkatan dari TIDAK SETUJU (lambang: 1) s.d. SANGAT SETUJU (lambang: 5). Jarak antara SANGAT SETUJU (5) dg SETUJU (4) adalah 1, yaitu 5-4=1. Jarak antara SETUJU (4) dg RAGU-RAGU (3) juga = 1, yaitu 4-3=1. dst.
- Rasio -> memiliki kemampuan dari ketiga tipe data sebelumnya, dan angka nol dianggap mutlak. Contoh: data berat badan (kg). Angka Nol kg berarti memang tidak ada berat.
Tipe data nominal dan ordinal sering digunakan pada metode statistika nonparametrik. Sedangkan tipe data interval dan rasio cocok untuk digunakan pada metode statistika parametrik, asal asumsi yang dibutuhkan oleh metode statistika parametrik yang bersangkutan dapat dipenuhi.
ya Allah izinkan q cemburu padanya...
Ya Allah,
Aku cemburu padanya..
meskipun orang kaya, dia terasa sangat sederhana..
setiap hari, selalu dia mulai dengan qiamullail di sepertiga malam terakhir..
dari matanya, terlihat dia sering menangis, meneteskan air mata dimalam hari..
tidak sampai disitu, dia langsung melanjutkan dengan sholat subuh ketika adzan terdengar…
Ya Allah…
Sedangkan aku? Jam segitu, aku masih tertelap tidur, seakan gak peduli, betapa besarnya keutamaanMu di waktu itu..
Ya Allah, aku cemburu padanya..
Wajahnya yang teduh, menggambarkan betapa dia selalu berdzikir kepadaMu disetiap waktu..
Sedangkan aku? Jangankan mengingatMu..
Yang ada, aku selalu terlalai dengan kemaksiatan kepadaMu..
Ya Allah, aku cemburu padanya…
Setiap pagi selesai sholat subuh..
Secara sembunyi-bunyi, dia selalu memasukkan uang ke kotak amal masjid.
Sedangkan aku? Jangankan setiap hari, setiap sholat jumat pun, belum tentu aku memasukkan uang k kotak amal..
Ya Allah, aku cemburu padanya..
Dia yang selalu on-time dalam sholat wajibnya dan rutin menunaikan sholat rawatib..
Setiap pagi, tidak lupa dia mulai dengan sholat dhuha..
Sedangkan aku? Bukannya On-time sholat wajib, tapi Asyik On-Line dengan facebook, atau berkumpul dengan teman2ku..
Aku sangat cemburu padanya yaa Rabb..
Dia, ya, semoga dia itu adalah kalian, wahai saudaraku…
Baarakallaahu fiikum
Aku cemburu padanya..
meskipun orang kaya, dia terasa sangat sederhana..
setiap hari, selalu dia mulai dengan qiamullail di sepertiga malam terakhir..
dari matanya, terlihat dia sering menangis, meneteskan air mata dimalam hari..
tidak sampai disitu, dia langsung melanjutkan dengan sholat subuh ketika adzan terdengar…
Ya Allah…
Sedangkan aku? Jam segitu, aku masih tertelap tidur, seakan gak peduli, betapa besarnya keutamaanMu di waktu itu..
Ya Allah, aku cemburu padanya..
Wajahnya yang teduh, menggambarkan betapa dia selalu berdzikir kepadaMu disetiap waktu..
Sedangkan aku? Jangankan mengingatMu..
Yang ada, aku selalu terlalai dengan kemaksiatan kepadaMu..
Ya Allah, aku cemburu padanya…
Setiap pagi selesai sholat subuh..
Secara sembunyi-bunyi, dia selalu memasukkan uang ke kotak amal masjid.
Sedangkan aku? Jangankan setiap hari, setiap sholat jumat pun, belum tentu aku memasukkan uang k kotak amal..
Ya Allah, aku cemburu padanya..
Dia yang selalu on-time dalam sholat wajibnya dan rutin menunaikan sholat rawatib..
Setiap pagi, tidak lupa dia mulai dengan sholat dhuha..
Sedangkan aku? Bukannya On-time sholat wajib, tapi Asyik On-Line dengan facebook, atau berkumpul dengan teman2ku..
Aku sangat cemburu padanya yaa Rabb..
Dia, ya, semoga dia itu adalah kalian, wahai saudaraku…
Baarakallaahu fiikum
Minggu, 20 Februari 2011
kuliah diagnosA kebidanan dan uroginelologi
hari ini kuliah diagnosa kebidanan dan uroginekologi
menilai kemajuan persalinan dengan PARTOGRAF
distokia persalinan
kemajuan persalinan dengan kurva fitmen
yang menpengaruhi persalinan adalah power,passage,passager
wassalam
menilai kemajuan persalinan dengan PARTOGRAF
distokia persalinan
kemajuan persalinan dengan kurva fitmen
yang menpengaruhi persalinan adalah power,passage,passager
wassalam
kakak q yg jauh d mata
assalamualikum
kakak q yg guanteng....
smoga engkau disana di beri keselamatan dan kesehatan
q disini juga sehat n selamat kok...
heheehehe
q tahu...makan bakso itu ,...sungguh enakkk....
sudah ah,,,,menghayal kakak saja membuat q ....ga enak hati...
semoga km di sana baik2 saja...ya kak
(memori an's in the my dream's)
kakak q yg guanteng....
smoga engkau disana di beri keselamatan dan kesehatan
q disini juga sehat n selamat kok...
heheehehe
q tahu...makan bakso itu ,...sungguh enakkk....
sudah ah,,,,menghayal kakak saja membuat q ....ga enak hati...
semoga km di sana baik2 saja...ya kak
(memori an's in the my dream's)
Jumat, 18 Februari 2011
ASUHAN KEBIDANAN PADA GANGGUAN MASA NIFAS
7.3 Melakukan Asuhan kebidanan pada Gangguan Masa Nifas
7.3.1 Infeksi Nifas
Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada traktus genitalia, terjadi sesudah melahirkan, ditandai kenaikan suhu sampai 38 derajat selsius atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari pertama pasca persalinan, dengan mengecualikan 24 jam pertama.Suhu diukur 4 kali sehari secara oral. Kenaikan suhu tubuh yang terjadi di dalam masa nifas, dianggap sebagai infeksi nifas jika tidak diketemukan sebab-sebab ekstragenital.
Etiologi
Organisme yang menyerang bekas implantasi plasenta atau laserasi akibat persalinan adalah penghuni normal serviks dan jalan lahir, mungkin juga dari luar. Biasanya lebih dari satu spesies. Kuman anaerob adalah kokus gram positif (peptostreptokok, peptokok, bakteriodes dan clostridium). Kuman aerob adalah berbagai macam gram positif dan E. coli. Mikoplasma dalam laporan terakhir mungkin memegang peran penting sebagai etiologi infeksi nifas.
Faktor Predisposisi
Faktor predisposisi infeksi nifas, yaitu :
1. Semua keadaan yang dapat menurunkan dayaa tahan tubuh, seperti perdarahan
yang banyak, pre eklampsia; juga infeksi lain seperti pneumonia, penyakit
jantung, dsb
yang banyak, pre eklampsia; juga infeksi lain seperti pneumonia, penyakit
jantung, dsb
2. Partus lama, terutama partus dengan ketuban pecah lama.
3. Tindakan bedah vaginal yang menyebabkan perlukaan jalan lahir.
4. Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
Manifestasi Klinis
Infeksi nifas dapat dibagi atas 2 golongan, yaitu :
1. Infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, serviks, dan endometrium.
2. Penyebaran dari tempat-tempat tersebut melalui vena-vena, jalan limfe dan permukaan endometrium.
Infeksi perineum, vulva, vagina, dan serviks :
1. Gejalanya berupa rasa nyeri dan panas paada tempat infeksi, kadang-kadang perih saat kencing.
2. Bila getah radang bisa keluar, biasanya keadaannya tidak berat, suhu sekitar 38
derajat selsius dan nadi dibawah 100 per menit. Bila luka yang terinfeksi, tertutup
jahitan dan getah radang tidak dapat keluar, demam bisa naik sampai 39-40
derajat selsius, kadang-kadang disertai menggigil.
derajat selsius dan nadi dibawah 100 per menit. Bila luka yang terinfeksi, tertutup
jahitan dan getah radang tidak dapat keluar, demam bisa naik sampai 39-40
derajat selsius, kadang-kadang disertai menggigil.
Infeksi yang terlokalisir di jalan lahir:
Biasanya terdapat pada tempat – tempat perlukaan jalan lahir karena tindakan persalinan dan pada bekas insersi plasenta. Vulvitis adalah luka bekas episiotomi atau robekan perinium yang terkena infeksi. Vaginitis adalah luka karena tindakan persalinan terinfeksi. Servisitis adalah infeksi pada serviks agak dalam dapat menjalar ke ligamentum latum dan parametrium. Endometritis adalah infeksi yang terjadi pada tempat insersi plasenta dan dalam waktu singkat dapat mengenai seluruh endometrium, bila tidak diobati dapat terjadi penjalaran keseluruh tubuh (septikemia) gejalanya Kadang-kadang lokia tertahan dalam uterus oleh darah, sisa plasenta dan selaput ketuban yang disebut lokiometra dan dapat menyebabkan kenaikan suhu, uterus agak membesar, nyeri pada perabaaan dan lembek, lochea berbau dan involusi tidak sempurna.
Cara terjadinya infeksi:
1. Tangan penderita atau penolong yang tetutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina ke dalam uterus. Kemungkinan lain ialah bahwa sarung tangan atau alat-alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman-kuman.
2. Droplet infeksion. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau tenggorokan dokter atau pembantu-pembantunya. Oleh karena itu, hidung dan mulut petugas harus ditutup dengan masker.
3. Infeksi rumah sakit (hospital infection).Dalam rumah sakit banyak sekali kuman-kuman patogen berasal dari penderita-penderita di seluruh rumah sakit. Kuman-kuman ini terbawa oleh air, udara, alat-alat dan benda-benda rumah sakit yang sering dipakai para penderita (handuk, kain-kain lainnya).
4. Koitus pada akhir kehamilan sebenarnya tidak begitu berbahaya, kecuali bila ketuban sudah pecah.
5. Infeksi intrapartum, sering dijumpai pada kasus lama, partus terlantar, ketuban pecah lama, terlalu sering periksa dalam. Gejalanya adalah demam, dehidrasi, lekositosis, takikardi, denyut jantung janin naik, dan air ketuban berbau serta berwarna keruh kehijauan. Dapat terjadi amnionitis, korionitis dan bila berlanjut dapat terjadi infeksi janin dan infeksi umum.
Infeksi yang menyebar ke tempat lain melalui
1. pembuluh darah vena
2. pembuluh limfe
3. Endometrium
Penanganan umum
1. Antisipasi setiap kondisi (faktor predisposisi dan masalah dalam proses persalinan) yang dapat berlanjut menjadi penyulit/komplikasi dalam masa nifas.
2. Berikan pengobatan yang rasional dan efektif bagi ibu yang mengalami infeksi nifas.
3. Lanjutkan pengamatan dan pengobatan terhadap masalah atau infeksi yang dikenali pada saat kehamilan ataupun persalinan.
4. Jangan pulangkan penderita apabila masa kritis belum terlampaui.
5. Beri catatan atau instruksi tertulis untuk asuhan mandiri di rumah dan gejala-gejala yang harus diwaspadai dan harus mendapat pertolongan dengan segera.
6. Lakukan tindakan dan perawatan yang sesuai bagi bayi baru lahir, dari ibu yang mengalami infeksi pada saat persalinan.
7. Berikan hidrasi oral/IV secukupnya.
ENDOMETRITIS
Jenis infeksi yang paling sering ialah endometritis. Kuman-kuman memasuki endometrium, biasanya pada luka bekas insersio plasenta, dan dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium. Pada infeksi dengan kuman yang tidak seberapa patogen, radang terbatas pada endometrium.
Gambaran klinik
Tergantung jenis dan virulensi kuman, daya tahan penderita, dan derajat trauma pada jalan lahir. Biasanya demam mulai 48 jam postpartum dan bersifat naik turun (remittens). His royan dan lebih nyeri dari biasa dan lebih lama dirasakan. Lochia bertambah banyak, berwarna merah atau coklat dan berbau. Lochia berbau tidak selalu menyertai endometritis sebagai gejala. Sering ada sub involusi. Leucocyt naik antara 15000-30000/mm³.Sakit kepala, kurang tidur dan kurang nafsu makan dapat mengganggu penderita. Kalau infeksi tidak meluas maka suhu turun dengan berangsur-angsur dan turun pada hari ke 7-10.Pasien sedapatnya diisolasi, tapi bayi boleh terus menyusu pada ibunya. Untuk kelancaran pengaliran lochia, pasien boleh diletakkan dalam letak fowler dan diberi juga uterustonika. Pasien disuruh minum banyak.
PARAMETRITIS
Parametritis adalah infeksi jaringan pelvis yang dapat terjadi beberapa jalan :
a. Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis.
b. Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai ke dasar ligamentum.
c. Penyebaran sekunder dari tromboflebitis.
a. Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis.
b. Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai ke dasar ligamentum.
c. Penyebaran sekunder dari tromboflebitis.
Proses ini dapat tinggal terbatas pada dasar ligamentum latum atau menyebar ekstraperitoneal ke semua jurusan. Jika menjalar ke atas, dapat diraba pada dinding perut sebelah lateral di atas ligamentum inguinalis, atau pada fossa iliaka.Parametritis ringan dapat menyebabkan suhu yang meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari seminggu disertai rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini patut dicurigai terhadap kemungkinan parametritis.
Pada perkembangan proses peradangan lebih lanjut gejala-gejala parametritis menjadi lebih jelas. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri di sebelah uterus dan tahanan ini yang berhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas ke berbagai jurusan. Di tengah-tengah jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Dalam hal ini, suhu yang mula-mula tinggi secara menetap menjadi naik turun disertai dengan menggigil. Penderita tampak sakit, nadi cepat, dan perut nyeri. Dalam ⅔ kasus tidak terjadi pembentukan abses, dan suhu menurun dalam beberapa minggu. Tumor di sebelah uterus mengecil sedikit demi sedikit, dan akhirnya terdapat parametrium yang kaku. Jika terjadi abses selalu mencari jalan ke rongga perut yang menyebabkan peritonitis, ke rectum atau ke kandung kencing.
PERITONOTIS
Peritonitis dapat berasal dari penyebaran melalui pembuluh limfe uterus, parametritis yang meluas ke peritoneum, salpingo-ooforitis meluas ke peritoneum atau langsung sewaktu tindakan perabdominal.
Peritonitis yang terlokalisir hanya dalam rongga pelvis disebut pelvioperitonitis, bila meluas ke seluruh rongga peritoneum disebut peritonitis umum, dan ini sangat berbahaya yang menyebabkan kematian 33% dari seluruh kematian akibat infeksi.
SEPTIKEMIA
Septikemia adalah keadaan dimana kuman – kuman langsung masuk ke dalam peredaran darah umum dan menyebabkan infeksi umum.
Gejala
1. Sejak permulaan, pasien sudah sakit dan lemah.
2. Sampai 3 hari pasca persalinan suhu meniingkat dengan cepat, biasanya disertai
menggigil.
menggigil.
3. Suhu sekitar 39-40 derajat selsius, keaddaan umum cepat memburuk, nadi cepat
(140-160 kali per menit atau lebih).
(140-160 kali per menit atau lebih).
4. Pasien dapat meninggal dalam 6-7 hari paasca persalinan.
PIEMIA
Piemia dimulai dengan tromboflebitis vena daerah perlukaan yang lalu lepas menjadi embolus- embolus kecil, dibawa oleh peredaran darah umum dan terjadilah infeksi dan abses pada organ- organ tubuh yang dihinggapinya (paru-paru, ginjal, jantung, otak dan sebagainya).
Gejala
1. Tidak lama pasca persalinan, pasien sudaah merasa sakit, perut nyeri dan suhu
agak meningkat.
agak meningkat.
2. Gejala infeksi umum dengan suhu tinggi sserta menggigil terjadi setelah kuman dengan emboli memasuki peredaran darah umum.
3. Ciri khasnya adalah berulang-ulang suhu meningkat dengan cepat disertai menggigil lalu diikuti oleh turunnya suhu.
4. Lambat laun timbul gejala abses paru, pnneumonia dan pleuritis.
Gambaran klinis dan diagnosis
1. Pelvioperitonitis : demam, nyeri perut bagian bawah, nyeri pada pemeriksan dalam, kavum douglasi menonjol karena adanya abses (kadang-kadang). Bila hal ini dijumpai maka nanah harus dikeluarkan dengan kolpotomi posterior, supaya nanah tidak keluar menembus rektum.
2. Poeritonitis umum adalah berbahaya bila disebabkan oleh kuman yang patogen. Perut kembung, meteorismus dan dapat terjadi paralitik ileus. Suhu badan tinggi, nadi cepat dan kecil, perut nyeri tekan, pucat, muka cekung, kulit dingin, mata cekung yang disebut muka hipokrates. Diagnosa dibantu dengan pemeriksaan laboratorium.
PENCEGAHAN
Masa Kehamilan
Masa Kehamilan
Mengurangi atau mencegah faktor-faktor predisposisi seperti anemia, malnutrisi dan kelemahan serta mengobati penyakit-penyakit yang diderita ibu. Pemeriksaan dalam jangan dilakukan kalau tidak ada indikasi yang perlu. Begitu pula koitus pada hamil tua hendaknya dihindari atau dikurangi dan dilakukan hati-hati karena dapat menyebabkan pecahnya ketuban, kalau ini terjadi infeksi akan mudah masuk dalam jalan lahir.
Masa Persalinan
Masa Persalinan
1. Hindari pemeriksaan dalam berulang, lakukan bila ada indikasi dengan sterilitas yang baik, apalagi bila ketuban telah pecah.
2. Hindari partus terlalu lama dan ketuban pecah lama.
3. Jagalah sterilitas kamar bersalin dan pakailah masker, alat-alat harus suci hama.
4. Perlukaan-perlukaan jalan lahir karena tindakan baik pervaginam maupun perabdominal dibersihkan, dijahit sebaik-baiknya dan menjaga sterilitas.
5. Pakaian dan barang-barang atau alat-alat yang berhubungan dengan penderita harus terjaga kesuci-hamaannya.
6. Perdarahan yang banyak harus dicegah, bila terjadi darah yang hilang harus segera diganti dengan transfusi darah.
Masa Nifas
1. Luka-luka dirawat dengan baik jangan sampai kena infeksi, begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kndung kencing harus steril.
2. Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam ruangan khusus, tidak bercampur dengan ibu sehat.
3. Tamu yang berkunjung harus dibatasi.
PENGOBATAN SECARA UMUM
PENGOBATAN SECARA UMUM
1. Sebaiknya segera dilakukan pembiakan (kultur) dan sekret vagina, luka operasi dan darah serta uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotika yang tepat dalam pengobatan.
2. Berikan dalam dosis yang cukup dan adekuat.
3. Karena hasil pemeriksaan memerlukan waktu, maka berikan antibiotika spektrum luas (broad spektrum) menunggu hasil laboratorium.
4. Pengobatan mempertinggi daya tahan tubuh penderita, infus atau transfusi darah diberikan, perawatan lainnya sesuai dengan komplikasi yang dijumpai.
Langganan:
Komentar (Atom)